
Cuaca Ekstrim (Badai Siklon Tropis & Angin Puting Beliung)

Anggota Kelompok:
• Melani Windia Anjanita / 16
• Nadia Salsa Meiliana / 20
• Pelangi Hazna Izzati / 25
• Zahra Kamila / 36

Definisi Badai Siklon Tropis
Siklon tropis adalah siklon berskala sinoptik dengan inti hangat dan non-frontal, yang berasal dari perairan tropis atau subtropis, dengan konveksi dalam yang terorganisir dan sirkulasi angin permukaan tertutup di sekitar pusat yang jelas (WMO, 2017).
https://www.undrr.org/understanding-disaster-risk/terminology/hips/mh0057

Definisi Angin Puting Beliung
Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit), (BPBD).
https://bpbd.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/definisi-dan-jenis-bencana-32

Karakteristik Badai Siklon Tropis
iklon tropis adalah sistem cuaca bertekanan rendah yang berkembang di perairan hangat lautan, biasanya antara garis lintang 30° LU dan 30° LS ( 1 , 2 , 5 , 6 ). Sistem siklon berputar berlawanan arah jarum jam di belahan bumi utara dan searah jarum jam di belahan bumi selatan. Sistem tropis berkembang melalui siklus hidup yang mencakup tahapan gelombang tropis, gangguan tropis, depresi tropis, dan badai tropis ( tabel 1 ). Tergantung pada lokasi geografisnya, siklon tropis dengan kecepatan angin melebihi 74 mil/jam (118 km/jam) disebut “badai” di Atlantik Utara, Karibia, Teluk Meksiko, Pasifik Utara bagian timur, dan pantai barat Meksiko. ; “topan” di Pasifik barat; dan “siklon” di Samudera Hindia dan Australasia ( 1 ), (Oxford Academic, 2005)
https://academic.oup.com/epirev/article/
27/1/21/520830?login=false

Tahap Perkembangan Badai Siklon Tropis

https://academic.oup.com/epirev/article/27/1/21/520830?login=false
Oxford Academic 2005

Pembentukan Badai Siklon Tropis
Pembentukan siklon tropis—siklogenesis—membutuhkan enam kondisi yang terjadi secara bersamaan:
1) perairan laut hangat dengan suhu minimal 26,5°C hingga kedalaman minimum 50 m (165 kaki).
2) atmosfer yang mendingin dengan cepat seiring ketinggian vertikal, mengubah energi panas yang tersimpan dari air laut yang hangat menjadi aktivitas badai petir yang menjadi bahan bakar sistem tropis yang sedang berkembang.
3) lapisan lembab pada ketinggian pertengahan troposfer (5 km (3 mil)) untuk meningkatkan pembentukan badai petir.
4) gaya Coriolis yang signifikan untuk memutar siklon.
5) adanya sistem berputar dekat permukaan, terorganisir, yang ditandai dengan putaran (vortisitas) dan aliran masuk tingkat rendah (konvergensi).
6) pergeseran angin vertikal minimal—angin melintang yang kuat pada berbagai ketinggian yang dapat membelah pusaran massa awan yang menjulang tinggi ( 7 – 11 ), (Oxford Academic, 2005).
https://academic.oup.com/epirev/article/27/1/21/520830?login=false

Karakteristik Angin Puting Beliung
Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal. Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner. Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan. Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah.
https://bpbd.ntbprov.go.id/pages/puting-beliung

Proses Terjadinya Angin Puting Beliung
Proses Terjadinya Angin Puting Beliung
Proses terjadinya Angin Puting Beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap dan awan hitam mengumpul, akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertical, selanjutnya didalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan tinggi menghembus kepermukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak.
https://www.penanggulanganbencana.denpasarkota.go.id/public/uploads/download/Brosur%20Apa%20Itu%20Angin%20Puting%20Beliung_711831.PDF

Dampak Angin Puting Beliung
Dampak Terjadinya Angin Puting Beliung
•Rusaknya rumah dan infrastruktur suatu daerah.
•Dapat menimbulkan korban jiwa manusia.
•Rusaknya kebun-kebun warga.
•Kerugian material.
•Banyaknya puing-puing dan sampah yang terbawa Angin Puting Beliung dan berserakan.
•Terganggunya kegiatan ekonomi.
https://www.penanggulanganbencana.denpasarkota.go.id/public/uploads/download/Brosur%20Apa%20Itu%20Angin%20Puting%20Beliung_711831.PDF

Jenis Angin Siklon Tropis
Depresi Tropis: Ini adalah tahap awal dari siklon tropis dengan kecepatan angin maksimal mencapai 38 mph (sekitar 62 km/h).
Badai Tropis: Ketika depresi tropis berkembang lebih lanjut, kecepatan angin meningkat menjadi antara 39-73 mph (63-118 km/h). Pada tahap ini, badai mulai diberi nama.
https://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JSTMC/article/download/1048/852/1455

Jenis Angin Puting Beliung
Bentuk Tali
Satelit
Kerucut

Jenis Angin Puting Beliung
Bentuk Tali
Bentuk Tali Bentuk tali angin puting beliung paling ramping dan umum terjadi. Namun apabila berlangsung dalam waktu cukup lama, bentuknya bisa semakin besar.
Bentuk kerucut
Bentuk Kerucut Angin puting beliung berbentuk kerucut paling banyak ditemui di kawasan Amerika. Jika angin puting beliung bentuk kerucut datang, bisa menghancurkan semua yang ada di sekitarnya karena memiliki bentuk lebar.
Bentuk Satelit
Bentuk Satelit Jenis angina puting beliung bentuk satelit sama menakutkan. Di mana bagian tengahnya merupakan tornado paling berbahaya yang bisa meluluhlantahkkan semua benda yang dilalui.
https://www.nssl.noaa.gov/education/svrwx101/tornadoes/types/

Persebaran Badai Siklon Tropis & Angin Puting Beliung
1. Badai Siklon Tropis
BMKG mencatat bahwa sejak tahun 2008 terdapat 11 siklon tropis yang tumbuh di wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta dan cukup berdampak signifikan pada kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, antara lain;
•Siklon Tropis Durga (20-25 April 2008) tumbuh di •Samudra Hindia barat daya Lampung.
•Siklon Tropis Kirrily (26-28 April 2009) tumbuh di Laut Arafura selatan Papua Barat (Tual-Trangan)
•Siklon Tropis Anggrek (29 Oktober-05 November 2010) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.
•Siklon Tropis Bakung (11-13 Desember 2014) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.
•Siklon Tropis Cempaka (27 November-01 Desember 2017) tumbuh di perairan selatan Jogjakarta-Jawa Tengah.
•Siklon Tropis Dahlia (30 November-02 Desember 2017) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung-selatan Jawa Tengah.
•Siklon Tropis Flamboyan (28 April-02 Mei 2018) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.
•Siklon Tropis Kenanga (15-18 Desember 2018)
tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.
•Siklon Tropis Lili (08-09 Mei 2019) tumbuh di Laut Banda-Nusa Tenggara Timur.
•Siklon Tropis Mangga (21-22 Mei 2020) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.
•Siklon Tropis Seroja (05-12 April 2021) tumbuh di Laut Sawu-Nusa Tenggara Timur.
Daerah pertumbuhan siklon tropis dapat dibagi menjadi tujuh wilayah yang mencakup lautan di seluruh dunia, yaitu:
•Atlantik Utara
•Pasifik Timur Laut
•Samudera Barat Laut
•Hindia Utara
•Hindia Selatan
•Hindia Tenggara/Australia
•Pasifik Barat Daya/Australia.

bmkg.go.id

2. Angin Puting Beliung
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beberapa daerah di Indonesia yang rawan mengalami angin puting beliung, antara lain:
•Pulau Jawa
Jawa Barat: Bekasi, Karawang, Cirebon, dan Indramayu.
Jawa Tengah: Semarang, Pati, Kudus, dan Jepara.
Jawa Timur: Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Lamongan.
•Pulau Sumatera
Riau: Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, dan Kampar.
Sumatera Utara: Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Labuhan Batu.
Sumatera Selatan: Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim.
•Pulau Kalimantan
Kalimantan Barat: Pontianak, Singkawang, Sambas, dan Bengkayang.
Kalimantan Selatan: Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, dan Tanah Laut.
Kalimantan Timur: Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Kutai Kartanegara.
•Pulau Sulawesi
Sulawesi Selatan: Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar.
Sulawesi Utara: Manado, Bitung, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan.
Sulawesi Tengah: Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.
•Pulau Bali dan Nusa Tenggara
Bali: Denpasar, Badung, Gianyar, dan Klungkung.
Nusa Tenggara Barat: Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Tengah.
Nusa Tenggara Timur: Kupang, Ende, Flores Timur, dan Sikka.

bnpb.go.id

Resiko Bencana
Risiko bencana
1. Siklon tropis Anggrek dapat menimbulkan kerusakan infrastruktur, banjir, dan bahkan korban jiwa.
https://desatepus.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/3479-Dampak-Siklon-Tropis-Anggrek--Waspada-dan-Siap-Siaga-Mitigasi-Ditingkatkan-
2. dampak yang di timbulkan oleh angin puting itu sendiri adalah : dapat merusak rumah / bangunan yang di lewati angin tersebut, korban jiwa, menumbangkan pohon, merusak tumbuhan pertanian warga, merusak jaringan aliran listrik.
https://bpbd.sidoarjokab.go.id/website/detilInfo/1/3
https://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JSTMC/article/download/1048/852/1455

Siklus Manajemen Bencana
1.
Pra Bencana
Dalam fase pra bencana ini mencakup kegiatan, mitigasi, kesiapsagaan dan peringatan dini.
2.
Saat Terjadi Bencana
Dalam tahap ini mencakup tanggap darurat dan bantuan darurat.
3.
Pasca Bencana
Dalam tahapan ini mencakup pemulihan, rehabilitasi dan juga rekonstruksi.
bpbd.go.id

STUDI KASUS BADAI SIKLON TROPIS & ANGIN PUTING BELIUNG

Badai Siklon Tropis di Seroja
BMKG mengatakan bahwa peristiwa siklon Seroja yang menerjang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) baru pertama kali terjadi di Indonesia. Penyebab terbentuknya bibit siklon seroja itu suhu muka laut yang semakin hangat di wilayah Samudera Hindia mencapai lebih dari 26,5 hingga 29 derajat celcius atau melebihi rata-rata. Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK) , Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256. Siklon tropis ini berdampak di 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota, antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor. Total warga meninggal dunia (MD) berjumlah 128 warga meninggal dunia selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12.
Bencana cuaca ekstrem di beberapa wilayah tadi juga berdampak pada sejumlah kerugian total antara lain 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang (RS) dan 34 unit rumah rusak ringan (RR), sedangkan fasilitas umum (fasum) 14 unit RB, 1 RR dan 84 unit lain terdampak. Terkait pascakejadian, BPBD kabupaten dan kota dibantu dengan multipihak masih terus melakukan penanganan darurat bencana, seperti evakuasi, penyelamatan, pelayanan di pengungsian, distribusi logistik maupun pembukaan akses ke wilayah terisolir.

https://bnpb.go.id/berita/-update-dampak-terkini-siklon-tropis-seroja-akibatkan-8-424-warga-ntt-mengungsi

Badai Siklon Tropis di Queensland, Australia
Siklon Tropis Jasper melintasi pantai Queensland, Australia sebagai sistem kategori 2 sekitar pukul 8 malam pada tanggal 13 Desember 2023. Dengan kecepatan angin tertinggi 220 kilometer (140 mil) per jam, badai tersebut sebelumnya mengalami intensifikasi yang cepat hingga mencapai kekuatan kategori-4 pada skala Saffir-Simpson. Ini kemudian melemah ketika menghadapi udara kering dan pergeseran angin. Siklon Tropis Jasper dikaitkan dengan peristiwa banjir luar biasa yang menyebabkan isolasi skala besar, pemadaman listrik yang meluas di seluruh
wilayah Queensland utara, dan dampak signifikan terhadap pertanian, kesejahteraan hewan, usaha kecil dan pariwisata. 13 wilayah pemerintah daerah telah diaktifkan untuk serangkaian bantuan bencana melalui Disaster Recovery Funding Arrangements (DRFA) untuk mengatasi dampak langsung dan jangka panjang dari peristiwa ini, dengan mendukung pemulihan industri pariwisata, petani, usaha kecil, dan organisasi nirlaba di Far North Queensland.

arthobservatory.nasa.gov
https://www.qra.qld.gov.au/2023-tropical-cyclone-jasper

Angin Puting Beliung di Kabupaten Lampung Timur
Angin puting beliung menerjang Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung pada Selasa 7 September 2021. Fenomena alam ini terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pemukiman warga mengalami rusak, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur menginformasikan terdapat 16 rumah terdampak dengan rincian 4 rumah rusak berat dan 12 rumah rusak ringan. Selain itu, terdapat fasilitas umum yang terdampak yakni 1 unit bangunan sekolah SD dan 1 unit bangunan Mushola. Sebanyak 1 Desa dan 2 Dusun di Kecamatan Labuhan Maringgai terdampak akibat fenomena angin puting beliung yakni Dusun IX dan Dusun VII yang terletak di Desa Margasari.
Paska kejadian BPBD memantau kondisi cuaca yang masih mendung dan berpotensi hujan. Selain itu, tim gabungan dan masyarakat setempat bergotong royong untuk melakukan pemotongan atau pembersihan pohon-pohon tumbang yang menghalangi ruas jalan. BNPB menghimbau bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk waspada terhadap potensi angin kencang, hujan deras dalam waktu singkat, puting beliung serta potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi. Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk.

https://www.bnpb.go.id/berita/angin-puting-beliung-terjang-pemukiman-warga-di-lampung-timur

Angin Puting Beliung di Moore
Pda tanggal 20 Mei 2013, angin puting beliung kategori tertinggi EF5 melanda kota kecil Moore di negara bagian Oklahoma, Amerika. Beberapa badai supercell berkembang pada sore hari tanggal 20 Mei di sepanjang garis kering di Oklahoma tengah. Salah satu badai ini berkembang di dekat Chickasha dan dengan cepat meningkat, menghasilkan puting beliung yang mendarat pada pukul 14:56 CDT di sisi barat Newcastle. Angin puting beliung menjadi ganas dalam beberapa menit, kemudian melintasi kota Moore dan bagian selatan Oklahoma City selama sekitar 40 menit sebelum akhirnya menghilang di dekat Danau Stanley Draper. Puting beliung tersebut merenggut 24 nyawa, melukai puluhan orang, dan menyebabkan kerusakan miliaran dolar.
Sementara Moore masih belum pulih dari badai pertama, tornado kedua melanda wilayah Oklahoma
City yang lebih besar pada 31 Mei 2013. Tornado ini merenggut delapan nyawa dan menyebabkan kerusakan tanaman dan properti. Moore Chamber of Commerce membentuk kemitraan dengan bisnis lokal untuk memfasilitasi pertemuan masyarakat, memberikan informasi pemulihan kepada para penyintas; dan menawarkan bantuan nyata kepada komunitas bersama organisasi lain dari seluruh komunitas. Tindakan ini meningkatkan ketahanan Moore selama kegiatan pemulihan dan mempercepat upaya untuk membangun kembali dari Tragedi.
www.weather.gov